Nanti begitu naik pesawat, gw mau nonton satu… dua… film dulu terus tidur ah. 

Begitulah terdengar suara-suara dari arah Sung.

Tetapi nyatanya?

Boarding, cari tempat duduk, taroh tas di cabin, duduk, mulut menganga, mata terpejam, take off.

Wajar saja, justru Tempe dan Pong menjadi yakin kalau yang duduk di bersama mereka saat ini adalah Sung yang sebenarnya.

Dengan begini, sekitar pukul 12 malam waktu setempat, pesawat lepas landas.

Dimulailah perjalanan mereka.


Salam “Hangat” untuk Pong

Memang tidak sulit untuk memejamkan mata setelah menelan sebutir obat anti mabuk, tiba-tiba sudah setengah perjalanan dilewati, sebelum akhirnya dibangunkan pramugari untuk makan pagi.

Kemudian, terjadilah keteledoran pertama, bahkan sebelum pesawat mendaratkan rodanya di Schipol. Pong yang sedang asik memainkan on-flight entertainment menggunakan jarinya tidak sengaja menyenggol gelas teh “panas”.. dan.. apa yang terjadi? Dengan indahnya gelas itu mendarat di celana jeans-nya, 1 dari antara 2 yang dia bawa.

Sung yang masih tertidur tidak banyak memberikan perhatian, tidak seperti Tempe yang seketika itu juga memberikan perhatian terbaik yang mampu disumbangkan oleh seorang teman: tertawa tanpa henti.

Berhubung si Pong ini duduknya di tengah, jadilah ia belum bisa bangun dari kursi kalau Tempe belum berhenti tertawa, sementara di sisi lain Sung lebih cocok dianggap pingsan daripada tidur.

Buruan minggir oi! Anget ni celana gw!  Kata Pong panik.

Tempe malah makin kencang tertawa.

Sini gua bantu cariin tisu deh, luar biasa baiknya Tempe ini. Muka Pong masih begitu kecewa dengan dirinya sendiri, sementara Tempe mencoba bangun dari tempat duduk sambil terus menahan tawa.

Mba, minta tisu donk. Kata Tempe kepada 2 orang pramugari yang sedang asik ngegosip.

Yang banyak ya, tambah Tempe.

Wah? Buat apa mas? Tanya seorang pramugari sambil sedikit tertawa, mungkin dia curiga karena tampang Tempe yang mesem-mesem mesum tambah lagi senyum ga berhenti-berhenti karena nahan ketawa.

Itu Mba, temen saya ada yang ngompol.

Jadilah setelah itu kedua pramugari itu ikut tertawa, sambil berusaha memberikan segepok tisu kepada Tempe. Hancur sudah imagemu, Pong. Sehancur jeansmu yang kena ompol itu.

Untung saja pesawat tidak perlu melakukan pendaratan darurat demi Pong… Mungkin di perjalanan berikutnya Pong harus memakai Popok…


“See, your friend comes prepared!”

Sisa penerbangan Pong dia habiskan di dalam lavatory, menggosok-gosok celananya luar dalam dengan tisu.

Sekitar pukul 9 waktu setempat, pesawat pun mendarat dengan selamat.

Selamat datang di Schipol! Begitu pengumuman dari sang kapten.

Begitu bersemangat, Pong dan Tempe berjalan cepat menuju ke bagian imigrasi, sementara Sung masih terhuyung-huyung karena hibernasi yang begitu lama. Begitu sampai ke bagian imigrasi, Tempe dan Sung mengambil antrian tengah, sementara Pong memisahkan diri dan mengambil antrian kanan. Ternyata pilihan Pong jauh lebih tepat…

Baru setengah antrian Tempe dan Sung lewati, ternyata Pong sudah berhasil melewati bagian imigrasi tanpa masalah. Entah kenapa sepertinya penjaga di antrian Tempe dan Sung ini kurang kerjaan atau bagaimana, sepertinya setiap orang diinterogasi dulu, ga sekalian disuguhin gorengan mas?

Sekitar setengah jam lebih mengantri, akhirnya tiba juga giliran Tempe untuk maju. Ketika Tempe maju, Sung sempat mendapati petugas imigrasi tersenyum ke tetangganya, seolah berniat jahat. Kasihan sekali, sepertinya Tempe akan dikerjai.

Dan betul sekali, dengan indahnya Tempe dibuat panik oleh si petugas imigrasi kurang kerjaan ini

Coy, mau ngapain di negara gw? Kata si petugas imigrasi, ini setelah di-translate ya… mana mungkin sih dia pake “coy”?

Mau jalan-jalan oom, kata Tempe

Petugas Imigrasi (PI): Berapa lama?

Tempe (T): 3 hari oom.. (rempong amat ni orang)

PI: Cuma 3 hari?

T: Iye, abis itu gw mau ke jerman.

PI: Oke, udah beli tiket pulang?

T: Udeh..

PI: Mana, coba liat

T: Yah gw ga bawa, ada di bagasi oom

PI: Nah, terus gimana gw bisa yakin kalau lu bakal pulang ke negara lu?

T: (tau aje gw mau ngelamar jadi TKI disini) boleh gw kasih liat pake hape aja ga tiketnya?

PI: Boleh..

Namun sayangnya Tempe baru sadar, lah ini kan di Belanda, mana jalan internetnya? Mana ga di-save lagi tu tiket.. 

T: Oom, gw boleh tanya temen gw ga siapa tau dia bawa tiketnya?

PI: Tergantung temenlu ada dimana

T: (biasa aja donk bang gayanya) Itu di belakang lagi ngantri (sambil nunjuk Sung yang kebingungan ada apaan)

PI: Boleh..

Tempe kemudian menghampiri Sung yang untungnya memang membawa segepok itinerary dan semua dokumen flight dan pesawat di tasnya saat itu, fyuh.. selamat.. Pikir Tempe

T: Neh mamam oom, semua dokumen perjalanan gw..

PI: (sambil melihat seluruh dokumen) Noh lihat! Kayak temenlu donk persiapan! 

T: Iye oom, iye.. udah buruan gw mau jalan-jalan ni

PI: (ngecap paspor.. akhirnya) Sok atuh lewat..

Setelah Pong mendapatkan “salam hangat”, kini giliran Tempe. Dan itulah sekali lagi terbukti bahwa.. karma itu kejam! 


Anyong Haseo, Mr. Chow!

Begitu keluar dari imigrasi dan mengumpulkan bagasi (dengan cepat tentu saja, karena tu bagasi mungkin udah muter-muter berapa kali), terdengar suara yang familiar

Oi, lama banget lu pada! 

Perkenalkan, salam hangat kali ini berasal dari Chow, orang Korea yang nyasar ke Belanda, ngakunya sih belajar… Ngakunya… Tapi semua akan terkuak, semua kedoknya, dalam perjalanan ini… Muahaha. 

Oh ya, Chow ini juga jadi kedok buat Pong, Sung, dan Tempe. Ngakunya sih, mereka bertiga terbang jauh-jauh ke Belanda gara-gara mau mengunjungi orang ini, padahal… Muahahaha.. lagi.

Udah sejam gw nungguin! Marah-marah melulu si Chow ini.

Tempe langsung menceritakan bagaimana ia dikerjai oleh petugas imigrasi, dan tentu saja disambut oleh gelegar tawa oleh Chow.

Ya saudahlah ya, pikir Tempe. Dinikmati saja….

Anyway, sekarang waktunya jalan-jalan di Amsterdam!

Greeet… greeet… grusak…. *terdengar suara 3 koper besar yang diseret oleh Pong, Sung, dan Tempe, kini lengkap sudah bersama Chow…


 

Gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s