Memori Kepala

Memori Kepala

Untuk apa sih kamu travelling?

Sekitar sebulan lalu Tempe berkesempatan untuk bisa pergi ke Jogjakarta, kota yang selalu memiliki kenyamanan sendiri pada setiap kunjungannya. Kali ini Koya tidak bisa ikut, namun bersama Mihe ada satu tempat yang menjadi tujuan dari perjalanan kali ini. Walaupun bukan itu inti dari tulisan ini.

Singgah sejenak di sebuah tempat wisata yang lagi happening di daerah Jogja, Tempe dan Mihe malah disuguhkan pemandangan yang di atas ekspektasi. Tempat ini bernama Kalibiru, dan ada sebuah celetukan kecil yang terdengar disini dan terlalu sayang untuk tidak dibagikan.

Lanjutkan membaca “Memori Kepala”

YULT Schipol: Salam hangat!

Nanti begitu naik pesawat, gw mau nonton satu… dua… film dulu terus tidur ah. 

Begitulah terdengar suara-suara dari arah Sung.

Tetapi nyatanya?

Boarding, cari tempat duduk, taroh tas di cabin, duduk, mulut menganga, mata terpejam, take off.

Wajar saja, justru Tempe dan Pong menjadi yakin kalau yang duduk di bersama mereka saat ini adalah Sung yang sebenarnya.

Dengan begini, sekitar pukul 12 malam waktu setempat, pesawat lepas landas.

Dimulailah perjalanan mereka.

Lanjutkan membaca “YULT Schipol: Salam hangat!”

Keliling By Request: Jawa dalam 1 minggu – Prolog

Spending on experiences instead of possessions

Kalimat yang begitu sederhana, namun sungguh mengguggah maknanya. Selama ini dalam benak selalu ada pemikiran semacam ini, walau tak tahu bagaimana membahasakannya. Begitu mendengar kalimat tersebut, sungguh pas terasa. Betapa tidak? Pasti kita sudah pernah dengar juga kata-kata yang lebih kurang seperti ini bunyinya:

Kita ini terlalu sibuk melakukan hal yang tidak menyenangkan, untuk membeli barang yang tidak perlu, demi memamerkannya kepada orang yang tidak kita sukai

Banyak orang berdebat mengenai alasan manusia diciptakan, di kala orang lain menghabiskan waktu tersebut untuk membahagiakan diri sendiri dan orang yang mereka cintai. Seolah berdebat mengenai umpan apa yang harus digunakan saat memancing, sementara disebelahmu sudah mendapatkan banyak tangkapan. Punya mata, tapi tidak tahu apa yang harus dilihat.

Tergerak juga oleh keinginan menghabiskan waktu dan uang yang dimiliki melalui pengalaman yang membahagiakan, alih-alih untuk membeli kepemilikan yang akhirnya duniawi semata, sebuah ide sederhana mencuat.

Lanjutkan membaca “Keliling By Request: Jawa dalam 1 minggu – Prolog”