YULT Amsterday – Day 1

YULT Amsterday – Day 1

Better late than never…

Tampaknya cerita ini terlalu sulit untuk dituliskan di blog karena begitu banyak yang bisa diceritakan. Kalau misalnya harus dituliskan semua-muanya yang ingin ditulis, maka jadilah ini sebuah novel yang tidak akan pernah ada yang baca.

Namun, walaupun sudah berkata demikian, belakangan ini beberapa teman yang memang mengetahui bahwa saya sempat berkunjung ke benua biru justru menanyakan secara lengkap itinerary saya. Dan itu kembali membangkitkan motivasi awal saya menulis di blog ini: membantu, karena sudah banyak terbantu.

So, let’s continue the story.

Lanjutkan membaca “YULT Amsterday – Day 1”

YULT Schipol: Salam hangat!

Nanti begitu naik pesawat, gw mau nonton satu… dua… film dulu terus tidur ah. 

Begitulah terdengar suara-suara dari arah Sung.

Tetapi nyatanya?

Boarding, cari tempat duduk, taroh tas di cabin, duduk, mulut menganga, mata terpejam, take off.

Wajar saja, justru Tempe dan Pong menjadi yakin kalau yang duduk di bersama mereka saat ini adalah Sung yang sebenarnya.

Dengan begini, sekitar pukul 12 malam waktu setempat, pesawat lepas landas.

Dimulailah perjalanan mereka.

Lanjutkan membaca “YULT Schipol: Salam hangat!”

YaUdahLah Trip, Prolog: Tickets to the Brownies City

Coba deh sekarang lu googling “Swiss”, terus lihat bagian Image.

Pasti lu ga googling kan barusan? Ya udah ga apa, nih dikasih hasilnya:

swiss googling

Siapa sih yang ga tergoda untuk kesana?

Mungkin pertama kali lihat gambar-gambar itu, kita bakal berpikir “Alah ini mah berlebihan, paling sotosop”. Ga usah heran, kami pun awalnya berpikir begitu. Mana mungkin sih sebagus itu?

Kenyataanya, memang ga sebagus itu, tapi lebih bagus daripada itu!

Namun sebelum mencapai ke pabrik coklat paling indah di dunia, semua dimulai dari cerita kami bisa mendapatkan 3 tiket ke kota brownies yang termasyur!

Lanjutkan membaca “YaUdahLah Trip, Prolog: Tickets to the Brownies City”