(tulisan ini adalah sekeping bagian dari perjalanan 1 minggu keliling Jawa berjudul Keliling By Request)

Semua yang memiliki awal, pasti memiliki akhir.

Benarkah?

Pagi itu, mereka bertiga tidak sesemangat hari-hari biasanya. Orang bilang, bahwa perjalanan pulang memang selalu terasa lebih cepat. Apakah karena kita tidak lagi menunggu apa yang ada di depan? Paling tidak, mereka mencoba bangun pagi dan mengejar kereta yang akan mengantarkan ke Gambir. Kereta yang pada waktu keberangkatan, 8 hari lalu, sempat menyapa Koya dan Tempe sebelum keberangkatan.

Epilog

Post terakhir, cerita perjalanan keliling jawa, ini tidak akan panjang. Karena memang mereka bertiga sudah lelah. Bukan, bukan lelah berjalan. Lelah menahan begitu banyak pelajaran yang didapatkan selama perjalanan, lelah karena mata menyaksikan berbagai pengalaman baru, sementara hati tak sanggup mengagumi setiap Kota yang sudah dikunjungi.

Bandung, tempat mereka bertiga berkumpul dan mulai menjiwai atmosfir perjalanan,

Jogja, yang langsung menggebrak di awal, mampu mengguncang baik hati maupun lidah,

Malang, kota yang di luar dugaan mampu memberi warna dan makna tentang sisi lain pulau Jawa,

Surabaya, dengan bangganya memamerkan segala keseksiannya, menantang setiap pelancong yang datang, dan menggoda mereka untuk berpaling selamanya

Solo, yang selama ini hanya dapat di dengar melalui cerita, kota kecil dengan semangat yang besar,

Semarang, mampu menghentak walaupun hanya sebentar sekali diberikan kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya,

dan tentu saja,

Cirebon, membakar setiap kenangan yang didapatkan, terpatri dengan indah dalam hati mereka masing-masing,

kini mereka kembali lagi ke Jakarta, perlambang hiruk pikuk, tapi tentu saja ada keindahan tersendiri di dalamnya, yang terus menanti mereka.

Bayangan
Biarlah pengalaman ini menjadi bayang-bayang yang mengikuti kemana pun tangan ini menggapai

Di kereta Cirebon Ekspress, Tempe sempat memberikan sebuah ide:

‘kita ke monas dulu yuk nanti! Semacam penutup dari perjalanan ini, sambil lihat foto-foto seminggu kemarin,’ sahutnya kepada Koya dan Mihe. Seperti biasa, mereka berdua tidak memberikan respon lain selain tersenyum dan mengangguk. Pasti seru ya melihat foto bareng-bareng.

Kemudian baru tersadar di benak Tempe, yang membuatnya harus membatalkan sendiri idenya,

eh ga usah deh! Langsung balik aja kita.’

Kenapa? Kenapa ia membatalkan idenya sendiri? Padahal pasti seru kan bisa flashback bareng-bareng, mengingat momen-momen lucu selama perjalanan melalui foto dan video?

Tempe baru sadar, kenapa harus ke monas bareng-bareng? Kenapa harus melihat foto sekarang?

Kenapa harus ‘mengakhiri’ perjalanan ini dengan seremonial semacam itu?

Yap, perjalanan ini tidak perlu diakhiri, karena memang perjalanan ini belum dan tidak akan pernah berakhir. Ada janji yang harus ditepati, janji mereka kepada diri masing-masing, yaitu untuk bisa melanjutkan perjalanan ini. Masih banyak tempat yang bisa dikunjungi, bukan?

Mereka telah mengawali perjalanan ini, tapi satu hal yang pasti, perjalanan ini tidak mempunyai akhir...

cirebon-DSC00907
8 hari lalu, 2 orang duduk di salah satu bangku deret itu, bersemangat dan penuh rasa penasaran akan pengalaman yang akan mereka hadapi. Sekali lagi menengok kesana, dan rasa iri sajalah yang merambat di hati. Betapa beruntungnya kalian!

Rekap Biaya

Sekaligus menutup, tentu saja ada banyak info yang mungkin terlewat, oleh karena itu, mengikuti juga gaya transparansi anggaran yang belakangan gencar dikumandangkan di pemerintahan, ada baiknya rincian biaya per orang (lebih kurang) yang dikeluarkan selama perjalanan akan dituliskan disini, semoga bisa membantu teman-teman yang beruntung bisa menikmatinya juga,


Tiket Kereta
Argo Parahyangan    Rp63,750
Lodaya Malam    Rp102,500
Malioboro Ekspress    Rp102,500
Penataran    Rp4,000
Fajar Utama    Rp72,500
Cirebon Ekspress    Rp87,500
Total Tiket Kereta: Rp. 432,750

Bandung  
Makan Malam Hokben    Rp20,000
Total Bandung: Rp. 20,000


Jogjakarta
Aqua    Rp3,000
Bakso    Rp8,000
Keraton    Rp5,000
Kamera    Rp330
Kareta    Rp4,000
Kamera    Rp330
Aqua    Rp4,000
Tamansari    Rp4,000
Tip Guide    Rp6,600
Becak    Rp6,600
Gudeg+Minum    Rp15,000
Planetarium    Rp15,000
Oval Kotak    Rp15,000
Rilly 4D    Rp20,000
Hotel Karunia    Rp66,600
Transjogja    Rp3,000
Bakmi Jogja+Minum    Rp17,000
Museum Kolong    Rp4,000
Rames    Rp12,000
Transjogja    Rp3,000
Prambanan+Boko    Rp45,000
Transjogja    Rp3,000
Total Jogja: Rp. 260,460


Malang  
Angkot ADL    Rp5,000
Angkot Batu    Rp5,000
Jatim Park 1    Rp50,000
Angkot Hijau B    Rp3,000
Hotel Mutiara Baru    Rp100,000
Makan Jatim Park    Rp12,000
Makan Soto    Rp7,000
Ojek Bolak Balik BNS    Rp30,000
BNS    Rp20,000
Sepada Udara+Lampion    Rp25,000
Bom2 Car    Rp12,500
4D Robocop    Rp12,000
Total Malang: Rp. 281,500


Surabaya
Soto Pak Sadi    Rp37,000
Taxi Ke Sampurna    Rp8,000
Makan Sate    Rp30,000
He Mie    Rp15,000
Taxi Keliling Suramadu    Rp30,000
Hotel Paviliun    Rp53,300
Taxi ke Eka    Rp26,600
Aqua 600ml/1.5l    Rp5,000
Total Surabaya: Rp. 204,000


Solo
Istana Griya    Rp50,000
Warung Baru    Rp13,300
Sala asli    Rp21,800
Taxi ke manahan    Rp6,600
Wekudara    Rp6,600
Dimsum    Rp22,600
Royal Safari    Rp20,000
Total Solo: Rp. 140,900


Semarang
Taxi ke Kariadi    Rp10,000
Mie Singapur    Rp43,000
Mie Cool    Rp10,000
Marina    Rp5,000
Kos Semarang    Rp50,000
Sampookong    Rp4,000
Donut+Aqua    Rp14,000
Total Semarang: Rp. 136,000


Cirebon
Cordova    Rp79,800
Yu Konah    Rp25,000
Angkot ke oleh2    Rp3,000
Angkot D5    Rp3,000
Makan Pak Gendut    Rp15,000
Timezone    Rp13,300
Roti O    Rp7,000
Total Cirebon: Rp. 139,100

Total per orang untuk 7 hari perjalanan, 6 kota di seluruh pulau jawa, lebih kurang Rp. 1,622,610

Terimakasih untuk yang sudah meluangkan waktu untuk membaca,

beginilah ekspresi kami begitu tau tulisan ini ada yang baca,

3gpcg

sampai jumpa di perjalanan berikutnya!

Mari terus melangkah!

2 pemikiran pada “Jakarta: Namun tak semua punya akhir

  1. Akhirnya, dua hari curi-curi waktu di sela kerja, selesai juga bacanya. Awalnya cuma mau cari referensi wisata di Malang, tapi keterusan baca yang lain. No offense, di luar sana banyak cerita yang mungkin lebih heroik dan “berdarah-darah” dari cerita kalian, tapi buatku karena cerita kalian sederhana dan terasa jiwa mudanya, jadi aku baca dari awal sampai akhir. Salut deh buat yang bisa menaklukkan diri buat nyelesaiin keliling2nya. *two thumbs up*

    1. Wah makasih banyak udah bersedia membaca dari awal sampai akhir, plus lagi ngasih komentar 🙂

      Oh ya, menariknya tulisan ini dibuat awalnya karena waktu cari referensi untuk jalan-jalan juga. Kok lihat sana lihat sini banyak yang menuliskan pengalamannya dan banyak yang menarik.

      Ternyata bisa menjadi bagian dari tempat mencari referensi juga…

Gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s