Bandung: Semua ada awalnya

(tulisan ini adalah sekeping bagian dari perjalanan 1 minggu keliling Jawa berjudul Keliling By Request)

I can’t tell where the journey will end

But I know where to start

Wake me up / Avicii

Pada akhirnya sampai juga di post pertama yang benar-benar menuliskan tentang apaan sih yang mereka lakukan?

Tentu saja Tempe, Koya, dan Mihe tidak tiba-tiba *tring* nongol di Jogja, oleh sebab itu, ada baiknya cerita dimulai dari perjalanan menuju Jogja.

Lanjutkan membaca “Bandung: Semua ada awalnya”

Keliling By Request: Jawa dalam 1 minggu – Prolog

Spending on experiences instead of possessions

Kalimat yang begitu sederhana, namun sungguh mengguggah maknanya. Selama ini dalam benak selalu ada pemikiran semacam ini, walau tak tahu bagaimana membahasakannya. Begitu mendengar kalimat tersebut, sungguh pas terasa. Betapa tidak? Pasti kita sudah pernah dengar juga kata-kata yang lebih kurang seperti ini bunyinya:

Kita ini terlalu sibuk melakukan hal yang tidak menyenangkan, untuk membeli barang yang tidak perlu, demi memamerkannya kepada orang yang tidak kita sukai

Banyak orang berdebat mengenai alasan manusia diciptakan, di kala orang lain menghabiskan waktu tersebut untuk membahagiakan diri sendiri dan orang yang mereka cintai. Seolah berdebat mengenai umpan apa yang harus digunakan saat memancing, sementara disebelahmu sudah mendapatkan banyak tangkapan. Punya mata, tapi tidak tahu apa yang harus dilihat.

Tergerak juga oleh keinginan menghabiskan waktu dan uang yang dimiliki melalui pengalaman yang membahagiakan, alih-alih untuk membeli kepemilikan yang akhirnya duniawi semata, sebuah ide sederhana mencuat.

Lanjutkan membaca “Keliling By Request: Jawa dalam 1 minggu – Prolog”