Hujan atau Pelangi

Ketika sedang menyampaikan dukungan moral kepada seorang kolega yang sedang tertimpa musibah, saya secara natural melihat ke atas karena kala itu langit begitu mendung. Tak lama kemudian, hujan mulai merintik perlahan.

“Sepertinya langit menangis”, terbesit dalam benak. Kala itu saya sedang menunggu orang tua seorang teman yang telah wafat untuk dibawa dari masjid ke ambulans. “Langit menangis karena ikut berduka.”

Lanjutkan membaca “Hujan atau Pelangi”