Bukit Moko: dekat, tapi jauh, tapi dekat!

Luar biasa!

Kok bisa ya selama ini tidak menulis?

Sekitar 3 bulan sudah, berlalu, dari terakhir menggoreskan garis-garis hitam di layar pembaca melalui blog ini. Untung beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja membuka blog ini lagi dan langsung diingatkan akan betapa menyenangkannya menulis dan berbagi pengalaman, apalagi memang ada banyak sekali yang ingin dibagikan.

Oke, langsung saja, selamat menikmati.

Yap, sesuai dengan post terakhir di rangkaian cerita KBR, perjalanan Tempe, Koya, dan Mihe belum dan tidak pernah berakhir. Nah, sekarang permasalahannya tentu saja: waktu. Berhubung Tempe, Koya, dan Mihe mulai harus mengadu nasib demi sesuap nasi di jalurnya masing-masing, untuk melanjutkan perjalanan ini akhirnya harus curi-curi waktu di akhir pekan. Dan lagi, dengan waktu yang sempit, mereka harus realistis dalam menentukan tujuan berkeliling. Tapi tentu saja, tujuan keliling, manapun, tetap harus didasarkan pada request alias permintaan.

Dan uniknya, Koya dan Mihe kompak meminta untuk mengunjungi Bukit Moko, sementara Tempe belum pernah dengar Apaan dan dimana tuh bukit?

Lanjutkan membaca “Bukit Moko: dekat, tapi jauh, tapi dekat!”