7 Poin Utama The Tipping Point

7 Poin Utama The Tipping Point

Buku apa yang mengubah hidup anda?

Pertanyaan tersebut pernah diajukan dalam sebuah acara talkshow di Kompas TV. Pertanyaan yang klise, tetapi selalu menarik untuk ditunggu jawabannya. Berbekal jawaban narasumber kala itu, ketika saya secara tidak sengaja menemukan buku ini saat sedang menunggu keberangkatan di Bandara Ahmad Yani, iseng saja saya sambar.

Ide dasarnya begitu sederhana:

Berbagai hal besar bisa terjadi justru karena sebuah perihal kecil

Yap, anda tidak perlu membaca bukunya, saya baru saja memberikan anda ringkasan dari The Tipping Point.

Benarkah hanya begitu saja? Tentu saja tidak.

Lanjutkan membaca “7 Poin Utama The Tipping Point”

Mendaki Ijen: Langit pun Kelihatan!

Mendaki Ijen: Langit pun Kelihatan!

Malam itu begitu dingin, namun keringat tetap bercucuran. Tempe sudah membaca mengenai pendakian yang cukup menguras tenaga ini, dengan berbagai peringatan yang diberikan oleh para pendahulu lain. Sayangnya Tempe menganggap enteng semua peringatan itu,

“Sudah pernah jalan 1 jam kok waktu ke Tebing Keraton,” pikirnya. “Apa sih artinya nambah 1 jam lagi aja?”

Tempe tidak pernah sesalah ini. Jalur yang terjal, oksigen yang terasa menipis, dan rombongan pendaki yang begitu ramai, semua seolah menghukum Tempe atas kesombongannya.

Lanjutkan membaca “Mendaki Ijen: Langit pun Kelihatan!”

[1] It is easy to be heavy; hard to be light

Once I started trying to give positive reviews, though, I began to understand how much happiness I took from the joyous ones in my life-and how much effort it must take for them to be consistently good-tempered and positive. It is easy to be heavy, hard to be light.

–  The Happiness Project by Gretchen Rubin

Awalnya setelah membaca kalimat tersebut, saya tetap melanjutkan ke paragraf berikutnya, biasa saja. Namun ada ketertarikan yang tidak wajar setelah melaluinya beberapa saat dan akhirnya menyerah juga, saya membaca ulang bagian itu.

Saya sangat setuju dengan paragraf tersebut dan betapa relevan dalam kehidupan kita. Saya jelas merasakan kebenarannya selama ini, tapi tak pernah tahu bagaimana mengatakannya atau bahkan tidak pernah menyadarinya. Itulah yang membuat saya tertarik.

Tepat kemarin ketika sedang berdiskusi santai dengan teman kantor, ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan secara acak: sifat seperti apa sih yang paling kalian tidak sukai?

Lanjutkan membaca “[1] It is easy to be heavy; hard to be light”

Hujan atau Pelangi

Ketika sedang menyampaikan dukungan moral kepada seorang kolega yang sedang tertimpa musibah, saya secara natural melihat ke atas karena kala itu langit begitu mendung. Tak lama kemudian, hujan mulai merintik perlahan.

“Sepertinya langit menangis”, terbesit dalam benak. Kala itu saya sedang menunggu orang tua seorang teman yang telah wafat untuk dibawa dari masjid ke ambulans. “Langit menangis karena ikut berduka.”

Lanjutkan membaca “Hujan atau Pelangi”

Grandpa Berlin, Part 1

Grandpa Berlin, Part 1

Me: *di tengah bercerita pengalaman jalan-jalan* kenapa ya kayaknya langit di sana itu beda deh daripada di sini?

A friend: beda apanya? Kayaknya sama-sama aja?

Me: apa sama aja ya cuma karena suasana bangunan-bangunannya aja? Entahlah, yang pasti salah satu yang paling berkesan itu banyak trail pesawat di langit yang keliatan.

A friend: waktu gw kesana, gw ga ngeliatin langit sih, ngapain… Tapi menurut gw sih sama aja.

Me: mungkin sih…

Satu Cahaya Langit Eropa
Beda kok, makanya sampe dibikin filmnya kan “cahaya di langit eropa”?

Lanjutkan membaca “Grandpa Berlin, Part 1”