Tebing Keraton a.k.a. Tebing Sosmed

Akhirnya bisa bersua lagi.

Masih segar dalam ingatan, jadi baiknya segera dituangkan dalam cerita. Ingatan ini adalah tentang sebuah perjalanan singkat ke Tebing Keraton, tepatnya pada Sabtu subuh, 6 Desember 2014. Tentu saja kita akan tetap ditemani oleh 3 pemeran utama: Tempe, Mihe, dan Koya.

Tujuan perjalanan ini seperti biasa adalah: Mengejar Matahari! 

Tebing Keraton: Mengejar Matahari
Takkan lari matahari dikejar, ngumpet sih iya.

Sebetulnya sudah lama sekali tebing keraton ini ada dalam agenda mereka bertiga, apa daya kini mereka harus mencari sebongkah nasi dan lauk. Dan juga khusus Koya, mengais sepiring gorengan.

Sehubungan dengan target, agenda pertama adalah untuk memeriksa Kapan sih abang matahari akan menunjukkan batang hidungnya?

Lanjutkan membaca “Tebing Keraton a.k.a. Tebing Sosmed”

Bukit Moko: dekat, tapi jauh, tapi dekat!

Luar biasa!

Kok bisa ya selama ini tidak menulis?

Sekitar 3 bulan sudah, berlalu, dari terakhir menggoreskan garis-garis hitam di layar pembaca melalui blog ini. Untung beberapa hari yang lalu secara tidak sengaja membuka blog ini lagi dan langsung diingatkan akan betapa menyenangkannya menulis dan berbagi pengalaman, apalagi memang ada banyak sekali yang ingin dibagikan.

Oke, langsung saja, selamat menikmati.

Yap, sesuai dengan post terakhir di rangkaian cerita KBR, perjalanan Tempe, Koya, dan Mihe belum dan tidak pernah berakhir. Nah, sekarang permasalahannya tentu saja: waktu. Berhubung Tempe, Koya, dan Mihe mulai harus mengadu nasib demi sesuap nasi di jalurnya masing-masing, untuk melanjutkan perjalanan ini akhirnya harus curi-curi waktu di akhir pekan. Dan lagi, dengan waktu yang sempit, mereka harus realistis dalam menentukan tujuan berkeliling. Tapi tentu saja, tujuan keliling, manapun, tetap harus didasarkan pada request alias permintaan.

Dan uniknya, Koya dan Mihe kompak meminta untuk mengunjungi Bukit Moko, sementara Tempe belum pernah dengar Apaan dan dimana tuh bukit?

Lanjutkan membaca “Bukit Moko: dekat, tapi jauh, tapi dekat!”