Jangan jadi Data Scientist. Berat.

Jangan jadi Data Scientist. Berat.

Kau gak akan kuat. Pilih yang lain saja.

Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Biarpun matahari sudah lama tenggelam, Bima masih harus lembur di kantor. Ada pertanyaan dari tim bisnis mengenai data yang tidak lengkap. Sebagai seorang data scientist yang bertanggung jawab, ia harus segera menemukan alasannya. Otak Bima terus berputar bagaimana mengoptimasi query yang ada di depan matanya yang sudah mulai redup. Sesekali ia menguap, menahan kantuk. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menyeduh kopi untuk ketiga kalinya hari ini.

Lanjutkan membaca “Jangan jadi Data Scientist. Berat.”