Ikatan Darah

Harta yang paling berharga adalah keluarga.

Sebuah kalimat yang sebetulnya punya berjuta makna, namun banyak sekadar jadi lantunan pembuka musik sebuah serial televisi terkenal pada zamannya. Keluarga itu ikatan yang unik, karena pada hakekatnya tidak akan dapat putus; tidak ada mantan kakak atau mantan adik. Kalau kakak-kakakan atau adek-adekan sih mungkin ya. Itulah sebabnya ikatan yang kita miliki begitu kita lahir akan melekat selamanya di hidup kita. Tidak peduli jadi seperti apa hidup kita itu sendiri.

Paling tidak, sudah dua kali saya mendengar langsung cerita dari teman terdekat tentang peliknya kehidupan dalam keluarga. Untuk cerita tidak langsung, tentu lebih banyak lagi. Cerita yang saya masih heran bisa terjadi di luar naskah sinetron televisi.

Lanjutkan membaca “Ikatan Darah”

Jangan jadi Data Scientist. Berat.

Jangan jadi Data Scientist. Berat.

Kau gak akan kuat. Pilih yang lain saja.

Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB. Biarpun matahari sudah lama tenggelam, Bima masih harus lembur di kantor. Ada pertanyaan dari tim bisnis mengenai data yang tidak lengkap. Sebagai seorang data scientist yang bertanggung jawab, ia harus segera menemukan alasannya. Otak Bima terus berputar bagaimana mengoptimasi query yang ada di depan matanya yang sudah mulai redup. Sesekali ia menguap, menahan kantuk. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menyeduh kopi untuk ketiga kalinya hari ini.

Lanjutkan membaca “Jangan jadi Data Scientist. Berat.”

Mulutmu, Malaikatmu.

Mulutmu, Malaikatmu.

Ada sebuah cerita unik pada perjalanan saya ke sebuah kota di Belanda bersama dengan dua orang teman bulan lalu. Pada saat kami sedang asik menikmati hidangan makan siang, salah satu teman tiba-tiba menuturkan bahwa ada seorang kenalannya yang sepertinya baru saja lewat. Uniknya, kenalan ini ia “temui” pada sebuah aplikasi pencari jodoh, jadi ada nuansa berbeda dari ketidaksengajaan tersebut. Diiringi dengan cerita lebih lengkap mengenai pertemuan mereka berdua, kami melanjutkan perjalanan kami dengan biasa saja.

Lanjutkan membaca “Mulutmu, Malaikatmu.”

Jati Diri

Jati Diri

Jika tiga bulan lalu ada yang berkelakar bahwa dunia akan mengalami resesi dan tatanan dunia akan berubah drastis, saya mungkin akan menertawai orang tersebut. Era 2010-an bagaikan sebuah bulan madu bagi umat manusia. Ekonomi berkembang jor-joran akibat revolusi teknologi dan pelancong bisa melanglangbuana ke sudut-sudut dunia. Siapa gerangan yang mengira bahwa semua itu akan menghilang begitu saja?

Lanjutkan membaca “Jati Diri”