Ikatan Darah

Harta yang paling berharga adalah keluarga.

Sebuah kalimat yang sebetulnya punya berjuta makna, namun banyak sekadar jadi lantunan pembuka musik sebuah serial televisi terkenal pada zamannya. Keluarga itu ikatan yang unik, karena pada hakekatnya tidak akan dapat putus; tidak ada mantan kakak atau mantan adik. Kalau kakak-kakakan atau adek-adekan sih mungkin ya. Itulah sebabnya ikatan yang kita miliki begitu kita lahir akan melekat selamanya di hidup kita. Tidak peduli jadi seperti apa hidup kita itu sendiri.

Paling tidak, sudah dua kali saya mendengar langsung cerita dari teman terdekat tentang peliknya kehidupan dalam keluarga. Untuk cerita tidak langsung, tentu lebih banyak lagi. Cerita yang saya masih heran bisa terjadi di luar naskah sinetron televisi.

Ada hal yang unik tentang lingkungan hidup yang membentuk diri kita. Selama hidup saya, pola yang terus berulang semakin lama semakin kentara: mereka yang terlihat paling ceria biasanya menyimpan cerita paling gundah. Dalam hal ini, Hollywood mengenal Robin Williams. Ketika coba saya renungkan, mulai tergambar alasannya. Mereka yang mengetahui betapa pahitnya kehidupan selalu berusaha menghindarkan orang-orang terdekat dari pengalaman yang sama. Maka, membuat tawa adalah cara penghiburan terbaik. Cara ini juga berlaku sebaliknya, walau saya masih belum mengetahuinya secara pasti. Tawa adalah pelarian.

Sayangnya, banyak orang mudah salah persepsi. Keceriaan dianggap sebagai bungkus belaka, bagai ketidakjujuran terhadap diri sendiri. Senyum tidak selalu bahagia seperti halnya tangis tidak berarti pilu. Alih-alih sebagai upaya tipu daya, saya menganggapnya sebagai permintaan tolong yang terselubung.

Sangat sulit untuk membenci seseorang ketika kita mengetahui cerita mereka seutuhnya.

Saya bersyukur bisa dipercaya oleh teman-teman saya yang berani membuka diri dengan bercerita tentang keluarga mereka. Bagi saya, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Pelajaran yang begitu berharga. Seringkali saya pun hanya perlu mendengarkan, tidak ada harapan akan solusi. Selain itu, stigma bahwa keluarga yang tidak harmonis menghasil karakter bermasalah mesti dihapuskan. Pemikiran seperti ini hanyalah mengubur bom waktu. Banyak masalah yang terlalu besar untuk bisa diselesaikan seorang diri.

Terakhir, ketika kalian melihat teman yang begitu ceria, jangan langsung asumsikan semuanya baik-baik saja. Mereka yang tertawa paling keras bisa jadi meneteskan air mata paling deras.

Gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s