Me: *di tengah bercerita pengalaman jalan-jalan* kenapa ya kayaknya langit di sana itu beda deh daripada di sini?

A friend: beda apanya? Kayaknya sama-sama aja?

Me: apa sama aja ya cuma karena suasana bangunan-bangunannya aja? Entahlah, yang pasti salah satu yang paling berkesan itu banyak trail pesawat di langit yang keliatan.

A friend: waktu gw kesana, gw ga ngeliatin langit sih, ngapain… Tapi menurut gw sih sama aja.

Me: mungkin sih…

Satu Cahaya Langit Eropa
Beda kok, makanya sampe dibikin filmnya kan “cahaya di langit eropa”?


strike in berlin

Kala itu pagi sekali, setelah ditinggal seharian oleh si tuan rumah, kali ini Chow telah kembali. Walaupun jelas 2 hari tidak akan terasa cukup untuk menikmati Amsterdam, sudah waktunya beranjak ke kota berikutnya.

Awalnya perjalanan Amsterdam-Berlin ingin ditempuh menggunakan kereta malam (jugijagijug gijagijuug… goyang caesar), sayangnya tarif yang sangat tidak bersahabat memberikan keputusan yang mudah, ya kali deh ngabisin sekitar €120 cuma demi bobo di kereta.

Untungnya, Amsterdam-Berlin mempunyai kereta direct, sama sekali tidak usah ganti stasiun, dengan harga yang bisa dikatakan murah dalam takaran lokal, €40/orang. Murah, ga repot pindah-pindah, ga nolak deh, pikir Tempe.

Tetapi semua berubah ketika STRIKE menyerang.

biasanya mah seneng gitu ya dapet strike, apalagi pas main bowling, tapi yang ini malah bikin geleng-geleng kepala.

Suasana sudah terasa tidak segar di wajah ibu-ibu penjaga kereta, pramugari kereta? 

“Kereta ini tidak jadi langsung menuju Berlin, kalian harus pindah kereta 2 kali, tetapi kalian tidak perlu membeli tiket lagi kok, tunjukkan saja tiket yang sudah kalian beli.” Sambutnya lesu saat dihampiri 4 pemuda yang bertanya-tanya.

“Ada apa ya?”

Strike”

Apa? Strike? Tidak mungkin! Pikir Tempe,

eh strike tu maksudnya gimana ya?

Ternyata kaum pekerja di Jerman pun tidak jauh berbeda dengan di Indonesia dalam hal memperingati Hari Buruh. Sekitar 1 minggu, para pengurus fasilitas publik memutuskan untuk tidak masuk kerja demi memperjuangkan, atau bisa dikatakan bentuk protes mungkin, terhadap apa yang mereka anggap hak mereka.

Itung-itung libur tambahan lah… Tapi kok keterusan gini sampai lebih dari seminggu? *padahal lagi liburan juga

Amsterdam to Berlin train
Tetap menikmati ditengah strike, keretapun malah jadi sepi.

sang kakek

Kota ini terasa seperti seorang kakek yang bercerita kepadamu mengenai kehidupannya di masa muda, namun mereka yang mendengarnya tidak akan langsung percaya, karena cerita beliau sangat berbeda dengan apa yang terlihat.

Ia menceritakan mengenai betapa brutal dan beringas dirinya di masa lalu, menceritakan apa yang sama sekali tidak terpikirkan olehmu, tetapi kemudian kamu memandangnya dengan tatapan ragu. Mana mungkin, pikirmu.

Peringainya begitu tenang, bijaksana, dan penuh dengan wibawa, tidak terbayang bahwa ceritanya itu memang pernah terjadi.

Tetapi kemudian matamu bertemu dengan matanya, sayu, berusaha menghindari kontak mata denganmu. Air menetes dari kelopak matanya, tanpa usaha sedikitpun darinya untuk menahan. Disitulah kamu mulai menyadari, memang semua yang ia ceritakan adalah kebenaran. Pahit, tapi nyata.

Berlin MauerGedenkstätte Berliner Mauer, or simply the infamous “Berlin Wall” memorial


EAST SIDE GALLERY

Tembok ini adalah alasan utama mereka memutuskan untuk pergi ke Berlin, bukan negara lain, atau kota lain. Tembok Berlin, jelas lebih kecil daripada Tembok Cina, tetapi punya peran yang begitu signifikan dalam sejarah umat manusia.

Mungkin kalian yang mengunjungi memorial ini suatu hari akan bertanya-tanya, apa sih bagusnya? 

Hanya tembok, bahkan bisa dikatakan “apa yang tersisa dari tembok berlin”, dengan kumpulan mural yang sudah ditimpa disana sini dengan grafiti. Yap betul, grafiti sih di Jakarta juga banyak kok.

Pernah dengar: A picture is worth a thousand words…?

Ketika kalian disini, silakan berjalan sepanjang tembok, tidak usah mengambil gambar, tidak usah berbicara banyak, berjalan saja. Nikmati mural yang ada di sana, dan dengarkan cerita dari tiap gambar tersebut. Mungkin kalian akan merasakan hal yang sama,

Berlin Wall is worth a million words.

Lagipula tempat ini gratis, jadi… why not?

Walk all over Berlin Wall
Sisi barat dari Berlin Wall, berwarna-warni, sementara sisi timur… silakan cari tau sendiri!

TV Tower and surroundings

Berlin TV Tower
Ini dinamakan pose maruk, sekali foto tetapi coba capture semua objek sekaligus. Bisa dilihat di sebelah kanan ada Monas, namun sayang gambarnya terpotong.

Jalan-jalan di Berlin terasa begitu mudah, atau ini berkat kerja luar biasa PJ Berlin: Pong? Atraksi wisata tergolong banyak sekali, walaupun sebagian besar memang berbentuk gedung-gedung bersejarah. Ditambah lagi, lokasi satu sama lain tergolong dekat.

Jadi, wajar donk kalau banyak foto-foto disana-sini…

Sung Selfie
Eits bibirnya jangan lupa dimonyong-monyongin dikit.
Tempe Bahagia
Tempe tidak bisa menahan rasa bahagianya walaupun sudah coba ditahan.

poor…

Ada sebuah cerita ironi ketika sedang berjalan dari TV Tower menuju Berlin Cathedral. Cerita ini bukan berarti generalisasi, tidak berusaha menjatuhkan, tetapi sekedar berbagi suatu pengalaman unik.

Tepat di sebelah Berlin Cathedral, terdapat beberapa penjual, kaki lima(?), menjajakan suvenir dengan target pasar turis. Melihat salah satunya menjual barang-barang yang menarik, Tempe menghampiri seorang penjual, diikuti oleh Sung, Pong, dan Chow yang sebetulnya tidak tertarik.

Suvenir yang menyita perhatian Tempe adalah suvenir army hat bergambar lambang komunis Rusia, topi musim dingin mirip pemburu beruang, beret nazi, dan beberapa seragam bertema perang dunia, kayak yang di film-film deh. 

Namun Tempe yang sedang santai melihat-lihat justru dikagetkan oleh perilaku penjual yang jelas membuat pembeli tidak nyaman. Ia memaksa Sung untuk mencoba mengenakan salah satu topi, padahal Sung sudah jelas menolak. Melihat paksaan yang tidak wajar, Tempe membatalkan niatnya untuk membeli, tetapi karena ia ingin tahu memang berapa harga suvenir semacam ini, akhirnya ia bertanya kepada penjualnya.

Tempe: How much for this one? *sambil mengangkat topi nazi

Kakilima: 35 euro! 

*buset mahal amat yak

Tempe: oh, its quite expensive. *sambil meletakkan kembali topi yang sedang ia lihat

Kakilima: how much do you want?

Tempe: No, thanks. *kemudian melangkah pergi

Kakilima: you say this is expensive but you did not give me a price.

*Tempe cuekin aja karena sudah malas dengan kelakuan penjualnya

Kakilima: poor chinese!

mereka sempat menghentikan langkah sebentar, Tempe pun sempat melihat sekali lagi sang penjual yang anehnya justru senyum-senyum. Well, this is your country, pikir Tempe. Di mana tanah dipijak, disitu langit dijunjung, toh?

Selama ini selalu mendengar dari beberapa teman yang mendapat perlakuan rasis selama di Eropa, namun ini pertama kalinya terdapat di cerita mereka.

Dan jelas bukan yang terakhir.


BRANDENBURG tor

IMG_4953

Atraksi terakhir untuk hari ini adalah Brandenburg Tor. Gerbang ini dekat sekali dengan gedung parlemen Reichtag yang merupakan tempat wajib untuk dikunjungi, tetapi mereka akan mengunjungi tempat tersebut keesokan harinya.

Brandenburg Tor, sedikit tips, jauh lebih menarik dilihat pada malam hari. Walaupun akan menjadi sulit untuk menggambil gambar yang bagus karena gelap (ya iyalah), tetapi kemegahannya begitu terasa ketika lampu-lampu dengan nuansa kuning sudah menembaki dari berbagai arah.


Kemegahan Tor menjadi penutup dari cerita sang kakek, dan setelah melihat-lihat lagi foto-foto langit ketika di benua biru, ternyata langitnya memang sama.

Namun justru tersadar satu hal, langit yang sama itu terlihat sangat berbeda di Jakarta karena 1 hal: Polusi!

Cover Album Boyband
Cover Album, Vol 1: O2 World. Lihat betapa indahnya langit di foto tersebut?

Gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s