Lagu dan Playlist Kehidupan

Lagi, malam yang begitu indah menyerahkan diri menjadi santapan lezat inspirasi,kali ini ada kekesalan yang cukup menyiksa dalam batin, ingin dituangkan dalam sebuah tulisan.
Sebetulnya korban kali ini bukan hanya malam saja, tapi alunan lembut lagu yang menemani kesunyiannya.

Ingin sekali membagikan indahnya kehidupan dari suatu sisi lain, yaitu mengenai teman.

Salah satu pertanyaan yang paling menyiksa pikiran untuk dijawab adalah:

“Kok bisa suka sama lagu itu sih?”

Apa sih yang menyebabkan kita menyukai sebuah lagu? Sering terdengar salah satu jargon di iklan tv “Rasa ga bisa bohong”, mungkin mirip seperti itu. Siapa sih yang bisa mendefinisikan makanan yang enak itu seperti apa? Bahkan secara subjektif, tidak ada yang bisa mendefenisikannya secara sempurna. Mirip juga dengan rasa makanan, rasa asin itu apa sih? asam itu apa? Apakah lawannya pahit itu manis? Ga ada jawaban yang pasti.

Kenapa? Karena memang bukan itu intinya. Makanan, begitu juga dengan lagu.. ada untuk dinikmati. That’s it.

Seringkali ada yang mencoba menebak sifat orang lain melalui lagu yang mereka sukai, ga bisa. Salah satu pastur pernah menceritakan di homili gereja bahwa ia menyukai lagu metal. Kemudian, lanjutnya, banyak orang yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak layak. Bukankah hal tersebut menyakitkan? Tidak pernah tercetus sebuah rumus yang memetakan lagu kesukaan kepada sifat seorang manusia kan? Terlalu munafik.

Here is the bridge.. beberapa hari lalu ada yang mengatakan hal sama menyakitkannya. Kamu salah pergaulan tau.

Lagu, sumber inspirasi, menemani dikala kita sedang kesulitan, membawa kembali memori yang telah lalu, dan membuat hidup tidak terasa hampa. Familiar? Tentu saja, karena demikianlah pula peran seorang teman.

Yap, teman itu bagaikan sebuah lagu, dan kehidupan adalah playlist yang kita susun setiap saat.

Setiap orang memiliki definisi tak terkatakan mengenai lagu kesukaan mereka, begitulah pula saat kita berteman. Ini bukan mengenai siapa atau bahkan kenapa kita berteman, karena bukan itu intinya. Nikmatilah.

Bayangkan ketika ada sebuah lagu baru yang begitu nikmat terdengar di telinga. Pasti awalnya akan terus diulang, kemudian mulai bosan. Ada lagu yang indah di melodinya, ada pula yang begitu dalam liriknya. Berapa banyak inspirasi muncul dari sebuah lagu, begitu banyaknya pula yang membakar semangat. Sebuah lagu yang telah lama tidak didengar, tentunya akan menjadi begitu indah ketika kembali didengarkan, belum ditambah bonus kenangan di dalamnya.

Apa yang coba dikatakan disini? Bertemanlah! Terinspirasilah, dan termotivasilah. Nikmati alunannya, bentuklah playlist yang paling sesuai dengan telingamu setiap saat. Jangan takut untuk menambahkan lagu baru, dan jangan malu untuk sementara mengurangi lagu tertentu. Setiap orang punya selera masing-masing, dan tidak ada seorangpun di dunia selain dirimu sendiri yang berhak berkomentar tentang hal itu.

Terakhir, jadilah teman yang tak terkatakan indahnya. Aransemen hidup senyaman mungkin sehingga setiap orang yang mendengar alunan, juga membaca liriknya, mengerti dan dapat menikmati sepenuhnya.

Berapa banyak sih lagu di dunia ini? Sekarang, berapa banyak yang berkualitas menurutmu? Hargai, eksplorasi, dan jadilah satu diantaranya.

Gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s